Mau Apa Lagi Setelah Reuni?

Mau Apa Lagi Setelah Reuni? – Reuni STIKI angkatan 1988 telah berlalu. Gaungnya masih terasa di hati. Betapa kebersamaan yang sehari itu ternyata belum mampu meredakan kerinduan selama bertahun-tahun lamanya. Rasanya ingin mengulang kembali momen bahagia itu dalam waktu yang lebih lama lagi.

Pra Reuni
Makan bersama acara Pra Reuni

Namun, seperti biasanya, setelah acara reuni maka bekasnya akan hilang secara perlahan kemudian lenyap sama sekali. Lalu merencanakan lagi untuk reuni tahun berikutnya dan berikutnya lagi. Biasanya dilakukan secara sporadis tanpa perencanaan yang matang.

Sehingga semakin lama peserta reuni semakin berkurang dan rasanya menjadi hambar karena hanya mengulang kegiatan yang sama setiap tahunnya.

Lalu kegiatan reuni seperti apa  sebaiknya?

Jawabannya adalah reuni yang bekas, kesan dan ikatannya terus berlangsung sepanjang masa seperti tema “Nawak Sak Lawase.” Memang terkesan seperti sebuah mimpi. Terlalu ideal.

Tapi, sudah banyak contoh reuni yang mampu menautkan hati para alumni menjadi satu ikatan kebersamaan yang solid dan kuat. Lalu dengan kebersamaan itu mewujudkan satu komunitas yang bermanfaat dan berdaya guna bagi anggotanya.

Bagaimana dengan kita, alumni STIKI88? Mampukah kita mewujudkan mimpi bersama itu? Ataukah kita tetap seperti sediakala, sibuk dengan diri sendiri saja?

Memang keinginan tersebut hanyalah sebuah mimpi apabila kita tidak mau dan tidak berusaha untuk mewujudkannya. Namun, alumni STIKI88, mulai tergerak untuk menjadikan reuni STIKI88 pada tahun 2018 ini sebagai dasar bagi kelangsungan kebersamaan yang solid, berempati dan sosial.

Mewujudkan Mimpi STIKI88 Setelah Reuni

Pada sesi terakhir acara reuni yaitu acara makan malam bersama di restoran Ria Jenaka, Batu. Para alumni sempat membahas beberapa kegiatan yang akan dilakukan setelah acara reuni selesai.

Sesi terakhir reuni di Ria Jenaka
Sesi terakhir reuni
Makan malam bersama di restoran Ria Jenaka, Batu

Kemudian untuk lebih mematangkan gagasan tersebut, pada hari Minggu, 15 April 2018, beberapa alumni berkumpul kembali di Java Dancer Coffee Roaster, Malang.

Kumpul bersama lagi di Batavia Cafe, Malang
Kumpul bersama lagi di Java Dancer Coffee Roaster, Malang

Dari diskusi yang telah dilakukan dicapai kesepakatan sebagai berikut.

1. Membuat Database Alumni

Data dari setiap alumni adalah bagian terpenting dalam suatu komunitas Alumni sehingga sangat perlu membuatnya menjadi satu database yang dapat diakses kapan pun dan dimana pun kita berada.

2. Membuat Blog atau Website

Sebagai alumnus di bidang Informatika, memang sudah seharusnya memiliki Blog atau website yang dapat menjadi media bersama.

3. Kas Alumni

Untuk menjalankan kegiatan alumni dibutuhkan sumber dana yang dikumpulkan bersama dalam periode tertentu yang menjadi kas alumni. Tentang besaran jumlah iuran dan periode pengumpulan dananya  masih belum ditetapkan.

Itulah beberapa agenda jangka pendek dari alumni STIKI88 dalam rangka mewujudkan mimpi bersama menjadi satu komunitas alumni yang solid dan berdaya guna bagi anggotanya.

Kesimpulan

Mengumpulkan teman-teman yang sudah 25 tahun berpisah adalah sesuatu hal yang sulit namun hal ini sudah dapat dilakukan oleh Panitia Reuni STIKI Malang angkatan 1988 meskipun tidak seluruh alumni bisa hadir. Sehingga sangat disayangkan apabila acara yang direncanakan jauh-jauh hari ini tidak ada kelanjutannya atau hanya sekedar acara hit and run saja.


Semoga Bermanfaat..

Artikel Lainnya :





Kidung Pertemanan Kusuma Wardhani

Kidung Pertemanan Kusuma Wardani – Ketika membaca puisi yang dikirimkan oleh Dhani nama panggilan Kusuma Wardhani, wanita mungil dan imut alumni STIKI88, sejenak hati saya bergetar. Bukan karena orangnya, namun makna dibalik rangkaian puisi tersebut terasa begitu dalam dan menyentuh nurani.

Kidung Pertemanan Kusuma Wardhani

Mungkin, 25 tahun yang lalu, kita belum memahami arti pertemanan dalam kehidupan kita. Seiring dengan semakin matangnya kepribadian kita masing-masing, kata “pertemanan” menjadi sesuatu yang sangat berharga. Tentunya, kita akan memilih jenis pertemanan yang terbaik.

Seperti apakah pertemanan yang baik itu?

Jawabannya, ada dalam bait-bait puisi berikut ini.

Kidung Pertemanan Kusuma Wardhani

P E R T E M A N A N

Bertemanlah apa adanya, bukan ada apanya..
Nikmati semua canda tawa..
Hargai semua perbedaan..
Percaya kualitas teman kita..

Jaga perasaannya..
Tutupi aibnya..

Bantu ketika dia terpeleset..
Sediakan bahu ketika dia menangis..
Tepuk tangan ketika dia sukses..
Sebut namanya dalam doa kita..

Bukan iri ketika dia dipuji orang..
Bukan bahagia saat tahu dia sedih..
Bukan kecewa ketika dia lebih maju..
Bukan tertawa saat dia menderita..

Doa dan Harapan Kusuma Wardani

Kusuma Wardhani
Dani atau Kusuma Wardani
Bertemanlah dengan Hati yang Baik dan Tulus ketika hatimu baik dan tulus, Percayalah.. Allah juga akan selalu bersama kita.

Bersahabatlah terus, sampai Allah memanggil Kita Pulang..

Semoga teman-teman tetap sehat wal'afiat agar dapat melaksanakan ibadah dengan khusyu dan mengerjakan aktivitas yang bermanfaat bagi  orang banyak.. Tetap terus bersilahturrahim.

Aamiin .

Penutup

Itulah ulasan tentang “Kidung Pertemanan Kusuma Wardani”. Pertemanan, satu kata yang mudah diucapkan namun sangat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di usia yang sudah menjelang Jelita atau Lolita, pastinya, kita sudah merasakan berbagai macam pertemanan sehingga sekaranglah waktunya kita menentukan jenis pertemanan yang terbaik.

Baca Juga : Jelita And Lolita

Karena kita sudah berada di penghujung masa.

Semoga bermanfaat..



Reuni STIKI 88 2018, Nawak Sak Lawase

Reuni STIKI 88 2018, Nawak Sak Lawase - Berpisah setelah lebih dari 25 tahun dan ada momen spesial, tentu tak bakal disia-siakan. Apalagi sepanjang waktu itu, banyak cerita yang sudah terjadi. 

Tak heran jika alumni STIKI angkatan 1988, benar-benar menjadikan momen reuni tersebut, sebagai ajang melepas kangen. Dan pertemuan yang sudah ditunggu sejak seperempat abad itu, berlangsung Sabtu (14/4) kemarin.

Reuni STIKI 88 2018, Nawak Sak Lawase
AlumiSTIKI 1988 bersama Ketua dan Staff Pengajar

Tidak mudah mengumpulkan alumni yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Belum lagi, kesibukan dan pekerjaan yang sulit ditinggal. Tak heran jika, menentukan waktu yang tepat, menjadi prioritas utama.

Setelah melewati perundingan yang cukup panjang, akhirnya diputuskan, Sabtu kemarin di kampus Elang, rencana itu dapat terwujud.  Acara utamanya,  mengenang kembali 30 tahun bersama-sama saat kuliah di kampus yang berlokasi di Jalan Tidar 100, Malang ini.

Meskipun banyak alumnus yang datang kesiangan, terutama yang bekerja di luar kota, namun acara reuni tetap berlangsung cukup meriah. Ada tiga acara yang dilakukan di kampus STIKI yaitu sarapan pagi, penyampaian kesan dan pesan alumni, keliling kampus dan makan bakso bersama.

Sarapan pagi bersama
Sarapan pagi bersama dengan menu tradisional Jawa.

Bertema “Nawak Sak Lawase”  menjadi jembatan penghubung dalam menjalin tali silaturahmi kembali, bersama teman-teman alumni STIKI.

Penyampaian pesan dan kesan alumni
Penyampaian pesan dan kesan alumni diwakili Maryanto alias Mbah

Pesan Pak Andoyo
Pesan  dari kampus yang disampaikan
Bpk. Andoyo 

Hadir di acara itu,  Ir. LN. Andoyo, mantan Ketua STIKI. Termasuk beberapa dosen jaman dulu dan yang sampai sekarang, masih mengabdi di STIKI. Tidak ketinggalan Ketua STIKI saat ini, Dr Eva Handriyantini.

Pak Andoyo dan Lily Rosyadah
Pak Andoyo dan Lily Rosyada,
Alumni dari Banjarmasin

Bapak Andoyo yang sampai sekarang masih menjadi dosen di STIKI, bahkan menjadi tour guide bagi para alumni, yang ingin keliling kampus. Sekadar napak tilas dan berfoto ria. 

Foto bersama di depan kantor pusat STIKI
Foto bersama di depan kantor pusat STIKI

Pose menarik di tangga aula STIKI
Pose bersama di tangga aula STIKI

Pose bersama di halaman STIKI
Pose bersama di halaman STIKI

Yang menarik juga, makanan jaman dulu, ikut dihadirkan. Bakso Cak To. Lengkap dengan penjualnya. Apalagi bakso itulah, yang ikut menemani saat aktivitas di kampus. 

Makan Bakso bersama
Makan Bakso Cak To bersama-sama

Bakso Cak To
Antri makan bakso Cak To

Termasuk diantara, menjadi jujugan untuk ngutang atau lupa membayar. Cak To dengan lapang dada menerimanya. Sehingga sosok yang sekarang menjadi pengusaha bakso ini, sudah dianggap menjadi keluarga sendiri.

Cak To Pengusaha Bakso
Rio bersama Cak To, sang pedagang bakso baik hati
6 Mantan Dara Cantik STIKI88
6 Mantan Dara Cantik STIKI88

Setelah puas beramah tamah, alumni STIKI 88 melanjutkan acara rekreasi ke Selecta, Batu. 

Dan di akhiri dengan makan bersama di restoran Ria Jenaka, Batu.

Pada akhirnya, Reuni STIKI angkatan 1988 berhasil menautkan kembali, ikatan kebersamaan masa-masa duduk dibangku kuliah. 

Mungkin dibutuhkan  pertemuan  atau acara lain, sebagai kelanjutan dari reuni ini, untuk lebih mempererat kebersamaan seluruh alumni angkatan 1988.

Semoga dengan menjalin silaturahmi akan memperpanjang usia dan memperlancar rejeki  dapat terwujud.

Salam Pentium. (*)